Posted by: Yudi Yudistira | 26 January 2015

Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga


sakinah_by_suh87my-d30pov2Assalamu’alaikum, alhamdulillah sekian lama menghilang dari dunia maya, sekarang punya kesempatan lagi untuk sharing dengan pembaca sekalian. Senang rasanya bisa berbagi dan bisa menerima, setidaknya itulah yang aku rasakan. Dalam suatu momen kita akan memberikan apa yang bisa kita berikan dan dalam momen yang lain kitapun akan menerima apa yang orang lain rasakan. Itulah tema yang ingin aku ungkapkan, tentang menjaga keharmonisa rumah tangga.

Artikel ini aku buat untuk kalian yang sudah menikah sih, tapi gak apa-apa bagi yang belum menikah juga, itung-itung persiapan, he he. Emang kenapa judulnya menjaga keharmonisan rumah tangga ? mungkin bagi kalian yang just married atau baru menikah, bersikap harmonis atau hangat kepada suami atau istri adalah hal yang wajar, yaa namanya juga baru menikah, jarang sekali aku dengar kalau orang yang baru nikah itu berantem, kalau ada mungkin itu cuma kasus.

Tapi bagaimana dengan orang yang sudah menikah tahunan, punya anak dan bahkan punya cucu, wah pasti lumayan berat ya untuk menjaga keharmonisan rumah tangga ?

Emang sih harmonis atau sakinah dalam Islam adalah keinginan semua orang, tapi kenyataannya hanya sekedar “keinginan” bukan menjadi sebuah “keharusan”, alhasil rumah tangga ya isinya berantem mulu. Beda pendapat berantem, gaji suami diluar keinginan berantem, anak nakal saling salah-salahin dan banyak lagi alasan lainnya. So, kita kudu gimana agar rumah tangga harmonis, minimal bagi yang terlanjur tidak harmonis tidak sampai cerai tapi kembali seperti suami istri yang saling mencintai.

Aku tidak mau sharing dari teori yang belum aku praktikan, tapi aku mau sharing sesuatu yang emang sudah aku praktikan dan terbukti mujarab, alhamdulillah.

  1. Aku menganggap pernikahan itu hadiah dari Allah Swt. Kok bisa ? iya dong tentu saja bisa. Kita tahu bahwa manusia normal punya kebutuhan jasmani dan rohani, kecuali orang gila, dia cuma punya kebutuhan jasmani. Kalau kita rincikan manusia itu perlu makan, minum, tempat tinggal, hubungan biologis, ketenangan, kebahagiaan, keturunan dan masih banyak lagi. Nah, tahu enggak kalau ternyata dalam pernikahan semua yang kita butuhkan ada semua, dan insyaAllah semuanya halal. So, aku menganggap pernikahan itu bukan cuma hadiah tapi juga pembuktian syukur atau rasa terima kasih kepada Allah Swt, jadi kudu dikerjakan dan diterima dengan sebaik-baiknya. Kira-kira bisa enggak mulai sekarang kita niatin “bismillah” bahwa pernikahan yang terjadi adalah hadiah dan kudu kita jaga dengan sebaik-baiknya.
  2. Aku selalu menganggap bahwa istri atau pasanganku adalah teman karib, bukan sekedar teman tapi juga sahabat yang siap menerima kekurangan dan kelebihan kita. Maaf ya kalau diantara kalian ada yang tidak seperti itu pada kenyataannya. Jika ada, mungkin kita perlu berkaca pada diri sendiri, karena pasangan kita itu adalah cerminan akhlak kita. Kita baik, insyaAllah istri / suami kita juga baik. Atau barangkali kalian belum mengungkapkan kepada pasangan kalian bahwa kalian menganggap pasangan kalian adalah sahabat yang berarti. Buatlah sahabat yang setia menemanimu menjadi sangat penting dan berharga untuk kebahagiaan kalian. Bagaimana caranya ? ya lihat saja siapa yang memasakkan makananmu ? siapa yang mencucikan pakaianmu, siapa yang mencarikan nafkah untukmu dan sebagainya. Bahkan dikala kalian futur karena godaan dunia, kalian bisa mendatanginya kapanpun kalian mau, kecuali pada waktu yang diharamkan (misalnya sedang haidh, dsb), ngertikan maksudnya ? he he
  3. Jika kalian marah, usahakan jangan kabur dari rumah, karena kondisi seperti itu lebih gampang tergoda iblis, akhirnya kalian akan mendapatkan perhatian yang mungkin lebih baik dari pasanganmu, sehingga kalian akan menganggap bahwa pasangan kalian sudah tidak lagi berarti, akhirnya yang terlintas dalam pikiran kalian adalah kata “cerai”. Diamlah jika dia sedang marah, meski kalian pada posisi yang benar, percuma dengan pembelaan, wong dia sedang marah. Tapi lebih baik jelaskan dengan baik setelah kondisinya memungkinkan. Buatkanlah teh hangat, kopi panas, coklat panas atau susu hangat, lalu bicaralah, insyaAllah kondisi itu membuat pasangan anda open mind atau terbuka pikirannya.
  4. Jangan malu bilang “Aku mencintaimu, aku menyayangimu dan sebagainya”, kenapa musti malu, wong udah halal, berpahala lagi. Kalimat seperti itu bagai air yang menyirami tanaman, apalagi kalian mencium keningnya atau istri meminta suami mencium keningnya, wah subhanallah, indahnya islam.

Ya paling tidak empat poin di atas sudah saya amalin dan hasilnya luar biasa, sudah lama menikah tapi seperti baru, bahkan sudah punya anak dua juga masih seperti doeloe. he he

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: