Posted by: Yudi Yudistira | 29 September 2011

Gagal di ANTV, tetap jadi Da’i


GAGAL DI ANTV, TETAP JADI DAI

GAGAL DI ANTV, TETAP JADI DAI

Setelah pulang dari audisi, aku dan temanku mas sant (nama akrabnya) bercanda dan sesekali tertawa. Sebab, tadi pas audisi pada lucu, sekalipun tahun ini kami belum berhasil menjadi Da’I Muda Pilihan ANTV. Ceritanya 3 hari sebelum audisi, mas sant ngasih tahu, kalau pada tanggal 17 September ada audisi Da’I Muda di ANTV, tempat audisinya di UIN SUKA, tepatnya di bawah masjid Agung UIN SUKA. Awalnya mas sant, kagak mau, soalnya malu dan takut jadi terkenal, nanti anak-anak malah minta tanda tangan lagi, katanya banyol. Tapi aku tidak mau menyerah, terus aku bujuk agar dia mau ikut, dan akhirnya alhamdulillah dia ikut juga. Asyik ada temen.   Sehari sebelum pelaksanaan, aku mendownloadkan formulirnya, kemudian diisi. Setelah itu aku tanya ama mas sant, mau bawa tausyiah apa ? dia jawab, kewajiban berbakti pada orang tua. Ya.. ya.. bagus  mas, perlu dikembangkan. Kemudian aku memperhatikan dia menghafal terus surat An-nisa ayat 36, yang bunyinya :   wau‘buduu allaaha walaa tusyrikuu bihi syay-an wabialwaalidayni ihsaanan wabidzii alqurbaa waalyataamaa waalmasaakiini waaljaari dzii alqurbaa waaljaari aljunubi waalssahibi bialjanbi waibni alssabiili wamaa malakat aymaanukum inna allaaha laa yuhibbu man kaana mukhtaalan fakhuuraan   ” 36.  Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh[294], dan teman sejawat, ibnu sabil[295] dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, “   [294]  dekat dan jauh di sini ada yang mengartikan dengan tempat, hubungan kekeluargaan, dan ada pula antara yang muslim dan yang bukan muslim. [295]  Ibnus sabil ialah orang yang dalam perjalanan yang bukan ma’shiat yang kehabisan bekal. termasuk juga anak yang tidak diketahui ibu bapaknya.   cukup serius dia menghafal, dia juga bercerita kalau dulu dia pernah bandel, menjadi pembalap liar, dan sebagainya, namun berkat doa dari ibunya, dia menjadi orang yang sangat baik, alhamdulillah. Yang pentingkan sekarang, bukan masa lalu, gumam hatiku.   Akhirnya hari yang ditunggu telah tiba, aku bangun jam 03.00, alhamdulillah sempat shalat malam, tapi jujur sampai saat ini aku belum tahu, materi apa yang harus aku bawa pada saat audisi nanti. Ba’da shubuh, alhamdulillah aku putuskan membawa taushiyah yang berjudul Urgensi Dakwah, yang aku ambil referensi dari QS. Al-Imran : 104 dan An-Nahl : 125. Senang rasanya, aku mulai mengulang kembali hafalanku, yang aku sendiri menyadari kalau aku gugup nanti pasti akan lupa.   Pukul 07.00 kita berangkat, dengan berjalan kaki. Mas sant si sudah ngajak aku buat sarapan, minimal soto katanya banyol. Tapi lantaran aku khawatir, karena KTP saja kita belum moto copy, jadi aku putuskan untuk melanjutkan saja, dengan harapan nanti di tempat audisi kita dapat Snack .. begitu dalilnya.   Setelah sampai di lokasi syuting, ciee.. aku katakan demikan karena crew dari ANTV di mana-mana, camera di sudut depan dan belakang, team creative yang tak henti membuat inovasi agar kita nampak bagus di TV, weleh-weleh begini toh rasanya kalau di lokasi. Deg-degan tak henti, kerasa banget bunyi jantung dan kaki tak henti aku goyangkan, demi menghilangkan rasa gugup, bukan takut audisinya tapi takut kalau aku masuk tivi, nanti berabe urusannya, ayah bisa tahu, tetangga bisa tahu, wah jadi terkenal aku.. waduh ogah.   Aku melihat banyak peserta yang sudah datang, ada yang dari jam 06.00 sudah datang, padahal acara dimulai jam 08.00. Beragam penampilan mereka, ada yang berjas China, sarungan, pake pantoufle lagi, he.. he.. ada juga yang berkoko bersorban, bagus anggun. Sementara aku dan mas sant, pake kokok, tapi sendalan … gak meching banget. Masa mau masuk tivi pake sendal, wkwkk, kami ketawa. Liat tuh ada kamera, bergaya kita dengan ekspresi yang konyol, kayak kanak-kanak. Bagian itu yang aku tak suka, itu juga dipaksa sama kameramennya.. apalagi mas sant, banyol, tapi dia bilang, biasa resiko orang ganteng … wkwkwkw kacaw..   Setelah mengantri panjang, akhirnya kita dapat nomor urut juga. Mas sant mendapat nomor 070 dan aku nomor 072, laki-laki memang dapat nomor genap, sedang perempuan dapat nomor ganjil. Lalu kita cari tempat duduk, berkenalan dengan D’ai-da’I lain, ada Mas Nizam, mas Miftah, Mas Nova dan masih banyak lagi. Berbagai karakter mereka nampakkan, yang hiperaktif namanya mas nova, wah hebat, wajah khas indianya membuat cukup menarik untuk dipoles oleh team creative nya ANTV. Mas nizam, ternyata adalah adik kelasnya Ust. Awan dan Ust. Adi, widih.. pas dilihat, beliau sudah haji, tapi belum nikah.   Giliran pertama mas Nova, cukup lama di dalam ruang audisi, dan kami dikagetkan dengan teriakan alhamdulillahnya, saat beliau lolos ke tahap berikutnya, dan serempak kita mengucapkan hamdallah. Semua orang mulai membicarakannya, bertanya kepadanya bagaimana kondisi di dalam, ternyata hanya ada juri dan manajer serta kameramen. Cukup 2 menit kita bertaushiah, selanjutnya kita ditanya oleh dewan juri.   Cukup lama kita menunggu, akhirnya pukul 15.15 giliran kita maju, mas sant dulu yang maju. Dengan wajahnya yang has dan senyumannya yang kadang pahit, dia meminta restu padaku. Aku mendoakanmu, semoga berhasil. Selama dia di dalam ruangan, deg-degan aku, gimana ini mas sant, diapain ya dia di dalam. Cukup lama, dan kaget saat aku melihat ekspresi yang biasa saja dari wajahnya, mas sant tidak lolos. Sekarang giliran aku maju, tapi mas sant gak lolos, masa aku lolos, hati kecilku bicara. Ya dah bismillah aja.   Mas yudi, silahkan Cuma 2 menit. Dengan PD aku bicara, namun belum selesai aku bicara sudah di cut sama manajernya. Mas yud, mas yud itu jurusan perancis ya, berarti belum bisa bahasa perancis ? aku jawab seadaanya, untuk sekarang belum terlalu. Bisa anda beri contoh bahasa perancis itu seperti apa ? aku spontan menjawab, je ne peux pas parler français, mais j’esseye parler tous les jours avec mes amis. Mereka melongo mendengarku bicara bahasa perancis. Kata jurinya, kamu paham ? enggak, tapi logatnya sih bahasa perancis, kata manajernya tersenyum. Kalau bahasa perancisnya terima kasih atas perhatiannya gimana, aku jawab Merçi beaucoup de votre attention. OK mas yud, kamu bisa apa lagi. Saya jawab, nyanyi, dulu aku pernah juara 3 tingkat kuningan dan cirebon. Coba mas yud tunjukan. Dengan ekspresi agak malu aku nyanyi lagunya maher zain. Ya cukup mas yud, kamu bisa bahasa arab ? sedikit, aku jawab. Kalau dibandingkan dengan bahasa perancis, bisa mana ? sekaran ? tanyaku. Yap .. kalau sekarang aku lebih menguasai bahasa perancis daripada bahasa perancis, tapi ana astati’u an akalama bi shadiqiy kulla yaum. Wajahku di kamera nampaknya sangat merah .. maluu,.,   Mas yud, sebenarnya banyak bakat yang bisa digali lagi ya, tapi mohon maaf, kita bertemu kembali tahun depan ya !!. aku tersenyum mendegarnya, seperti yang aku duga, belum rizkiku untuk lolos tahun ini. Aku keluar dengan memasang wajah senyum, dan mulai bersalaman dengan peserta yang ada. Lalu aku dan mas sant pulang.   Sesuai dengan janji kami, kami ikut audisi bukan untuk masuk tivi atau menjadi bintang, tetapi untuk berdakwah di jalan Allah, jadi sekalipun kami gagal, kami tetap berhasil, karena kami memberhasilkan diri kami untuk tidak kecewa dengan kegagalan hari ini, namun malah sebaliknya, kami akan menjadi duo da’I masa depan, yang bertekad menjadi pembaharu umat, mencangankan membangun sebuah pondok belajar, yang akan kami beri nama Forum Tahfizh Quran. Akhirnya kami bisa berkata, tetap semangat, karena semua ini yang terbaik menurut pandangan Allah. Berjalan terus dan terus berjalan memperbaiki diri. insyaAllah kita akan terus bahagia. amin


Responses

  1. semangat…., kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. dakwah yang sebenarnya adlah dakwah yang antum lakukan setiap saat kpd lingkungan antum dan merubahnya menjadi lebih baik. smg yang lolos pun diluruskan niat. bukan karena hadiah dan ketenaran. saya pun termasuk yang lolos tp hrs ters berdakwah, semangat!!!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: