Posted by: Yudi Yudistira | 18 August 2011

Cerita Sang Bujang


Cerita sang Bujang

Cerita sang Bujang

Aku sangat yakin bahwa di dunia ini tidak ada yang menginginkan kesukaran, sekalipun aku mengerti bahwa kesukaran adalah proses pendewasaan yang paling ampuh dalam proses kehidupannya. Dalam artian jika taraf kesukaran yang dihadapi seseorang semakin tinggi kemudian dia bisa menyelesaikannya maka dia telah mampu naik satu tingkat lebih tinggi daripada orang di bawahnya. Maka yang harus kita lakukan adalah menyambut kesukaran itu sebagai jalan dan kesempatan pembaharuan diri dengan tangan dan hati yang lapang.

 

Begitupun denganku, tiada hari tanpa kesukaran. Selalu saja ada kontak bathin ketika hendak melakukan sesuatu, selalu ada pertimbangan yang memakan banyak energi otak untuk berpikir mana yang terbaik untuk ku lakukan. Namun selalu juga ada kebahagiaan ketika aku mampu menyelesaikan permasalahan itu, karena kebenaran firman Allah itu yang membuat aku selalu optimis dalam setiap perjalanan kehidupanku. Salah satunya yang berbunyi “Dibalik kesukaran itu ada kemudahan”

 

Kendati demikian, terkadang aku selalu berpikir, andai saja ada seseorang yang membantuku dalam menyelesaikan permasalahanku, mendukungku dalam berdakwah, duduk disampingku memberikan semangat sekalipun hanya sekedar senyuman, tentulah aku termasuk orang yang paling beruntung. Dialah pendamping hidup, ya pendamping hidup yang menyayangi setiap keputusanku yang baik menurut Allah, dan menolak dengan penuh kelembutan setiap keputusan yang menyimpang dari kehendak Allah. Sungguh aku termasuk orang yang merindukan saat-saat itu.

 

Namun tidak semudah itu mendapatkan pendamping yang shalihah, karena biasanya mereka lebih banyak berdiam di rumah daripada di luar, lebih menutup diri demi menjaga kehormatannya sehingga sulit di cari di jalanan. Mereka mengerti fitrahnya yang kata Allah dan RosulNya, lebih baik tempat tinggal mereka adalah di rumah. Mereka menjaga hijab dengan lawan jenisnya sehingga sulit untuk didekati, mereka pun menutup auratnya sehingga sulit ditembus oleh siapapun yang ingin melihatnya. Mereka sangat terhormat dan tersegel, sehingga pastilah mereka adalah wanita yang mahal, yang hanya bisa dibeli dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah.

 

Laki-laki yang pasti akan menjadi suami mereka adalah orang yang kaya hati, yang hatinya bersih dari syirik kepada Allah, menjaga kehormatannya, menjaga hijab antara dirinya dan lawan jenisnya, yang hatinya lembut kepada mereka, yang melindungi mereka dan yang menjaga pandangannya dan kemaluannya sebelum mereka menikah.

 

Namun jika aku mau jujur, sulit sekali saat ini menjaga mata. Sebagai laki-laki yang normal tentu akan merasa senang namun dengan penuh syahwat jika melihat aurat perempuan. Dan yang lebih parahnya lagi adalah, sekarang sangat mudah menemukan aurat perempuan, dimana-mana ada aurat perempuan, di jalanan, di warung, di kereta, di bus, di bandara, di stasiun, di kampus dan dipelosok penjuru. Mereka sudah tidak punya kehormatan lagi, atau kita sebut kehormatan mereka adalah malu. Mereka berbuat sesuai dengan keinginan syahwatnya, yang penting bagi mereka adalah terlihat cantik dan seksi, sehingga tidak peduli dengan firman-firman Allah. Sehingga sangat beruntung bagi kaum laki-laki yang pada saat mereka melihat aurat perempuan secara tidak sengaja, kemudian ada peperangan antara syahwatnya yang ingin tetap melihat aurat itu atau iman yang harus menundukan pandangannya karena takut kepada Tuhannya, dimenangkan olehnya keimanannya, lalu dengan senang hati dia menundukan pandagannya dan beristighfar.

 

Kabar gembiranya adalah jika seorang laki-laki mampu menjaga matanya pada saat syetan menggodanya, maka dia disucikan hatinya oleh Allah dan dia termasuk para pendamping bidadari syurga yang kelak Allah akan dipertemukan dengan cara-caraNya yang tidak pernah akan kita sangka-sangka. Kemudian bagi perempuan pun demikian, bagi mereka yang menjaga kehormatannya dan auratnya, maka baginya adalah perlindungan dari penduduk langit dan bumi, dan ia termasuk bidadari yang lebih baik dari bidadari-bidadari syurga.

 

Aku adalah orang yang akan mengamalkan Quran dan Sunnah, tanpa secuilpun ragu terhadap kebenarannya. Karena aku meyakini setiap butir ayat yang ku amalkan adalah untuk kebaikanku pada hakikatnya. Semoga Allah melindungi dan menjadikan kita sebagai ahli syurga. Amien


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: