Posted by: Yudi Yudistira | 23 March 2011

Semoga Menjadi Inspirasi


masa kecilku

masa kecilku

Sejak kecil aku dilahirkan dalam keadaan yang sederhana, aku bukanlah golongan orang yang mampu, bahkan waktu kecil aku mengetahui ayah bunda sering didatangi seseorang karena berhutang pada mereka, entah berapa? aku juga tidak tahu. kerena mereka tidak pernah memberi tahu padaku perihal itu. Namun demi Allah sejak itu rasa cintaku pada mereka kian bertambah, mereka rela berkorban demi aku dan adik kakakku. keadaan semacam itu ternyata membuat bunda tidak tahan, sehingga beliau sering pergi ke arab saudi untuk menjadi TKW, batinku menangis, kenapa harus bunda yang memikul beban seberat itu, kenapa bukan aku? namun bunda selalu sedih jika aku mengeluhkan keadaan semacam itu.

 

Justru bunda semakin sedih melihat anaknya mengeluh dengan keadaan yang diberikan Allah, beliau sering berkata dengan mata yang berkaca, “Yud, Sekalipun kita ini miskin, kalau kita bersyukur, kita akan kaya. tidak di dunia kita kaya, inysaAllah kita akan kaya di akhirat.” Ibu mengatakan itu ketika saya duduk di bangku SMP.

 

Orang tualah yang mengajarkan kepadaku siapa Allah dan Muhammad, merekalah yang mengajariku tentang bagaimana mencintai Allah dan RosuluNya diatas segalanya, mereka tidak pernah meminta aku untuk mencintai mereka kalau aku belum mencintai Allah. Pendidikan yang bagus, karena jika aku mencintai Allah dan RosulNya, tentu aku akan mencintai Bunda dan ayah.

 

dulu ketika kecil, aku termasuk anak yang tidak punya mainan, layaknya teman-temanku yang lain, mainanku paling bagus adalah mobil-mobilan beremot kecil dan berkabel, kalau aku mainkan pasti aku harus membungkun karena kabelnyta terlalu pendek, tapi itu tidak berlangsung lama.

 

aku masih ingat, ketika aku dan kakakku kelaparan, tidak ada satupun orang yang datang menanyakan apakah aku dan kakakku sudah makan, karena memang itu yang diajarkan bunda kepadaku. agar tidak menampakan masalah kita kepada orang lain, dan karakter itu melekat pada kepribadianku saat ini. namun sunguh, lapar tetaplah lapar, hingga aku menemukan ada beberapa telur di dekat rumahku, lantas dengan terpaksa aku mengambilnya, dan aku berikan kepada kakakku. sempat kakakku bertanya, dari mana telur-telur itu? aku menjawab dari tetangga sebelah, aku berdusta, namun sungguh aku terpaksa, akhirnya aku dan kakakku bisa makan.

kejadian itupun tidak ada yang tahu sampai saat ini, bundapun tidak mengetahuinya, karena kami takut dimarahi beliau.

 

namun kami sangat sayang kepada bunda dan ayah. hingga lahirlah adiku yang pertama.

cukup manja, namun dia cantik seperti kakakku. akupun mencintainya seperti aku mencintai diri sendiri.

harapanku besar kepadanya, aku ingin dia menjadi wanita shalihah dan ulama besar.

 

aku pada waktu itu masih cukup kecil, namun bunda sering mengajarkan aku menjadi imam, setiap pagi-pagi sekali aku dibangunkan untuk pergi ke masjid shalat subuh, sering aku yang adzan, qomat, kemudian aku juga yang imam. hah..

terkadang lucu jika aku membayangkannya kembali.

 

dari lingkungan yang dibangun orang tuaku, aku tumbuh menjadi anak yang semangat mencari ilmu, sampai-sampai aku rela sekolah dengan jalan kaki berkilometer, kehujanan, kepanasan dan sebagainya aku lalui dengan baik. sebagai seorang muslim, tentu aku juga punya teman, aku sempat nakal dulu, menjadi anak yang suka bertengkar, pakaian amburadul, sering main dan sebagainya. namun ketika aku beranjak dewasa, aku mulai merasakan perbedaan dan kesadarang bahwa aku harus berubah.

 

aku mulai menyukai lawan jenis pada waktu saya duduk di kelas 2 SMP, dia cantik, murah senyum, sukanya baca Qur’an, tidak pernah ketinggalan shalat di masjid kecuali sedang berhalangan, aku juga cukup heran, aku yang agak nakal, namun akwah yang aku sukai adalah macam itu. Alhamdulillah.

Aku menyukainya sampai aku lulus SMP, dan aku tidak tahu apakah dia tahu atau tidak tentan perasaanku padanya waktu itu.

Bunda sering bilang, cintailah seseorang menurut hatimu jangan menurut syahwatmu, namun ingatlah mereka bukan muhrimmu, jadi kamu terkena hukum hijab dengannya. aku faham betul ucapannya, yakni tidak menyuruhku untuk pacaran, apalagi bunda sering mengajarkan untuk menghormati kehormatan wanita. sampai sekarang sifat semacam itu mendarah daging di tubuhku.

 

sejalan dengan waktu, aku berinteraksi dengan alam, dengan teman-teman, akhirnya aku menyadari satu hal. bahwa selain aku sebagai hamba Allah, sayapun sebagai pemimpin di muka bumi ini, tugasku berarti ada dua, yakni ibadah yang sifatnya mahdhah dan ibadah yang sifatnya ghaira mahdhah.

bicara kepemimpinan aku pernah menjadi ketua Pramuka, namun karena pendidikan karakter yang diberikan senior-seniorku keras, membentuklah kepribadianku menjadi keras, akhirnya aku cukup disegani pada waktu itu, jujur aku tidak faham adalah salah perbuatanku pada waktu itu, namun sekarang aku menyadari, bahwa itu bukanlah sesuatu yang dicontohkan Rosulullah, aku minta maaf kepada teman-teman semua.

 

mandiri, selain dari yang diatas, aku sudah belajar mandiri sejak kelas 2 SMP, dulu untuk membayar sekolahku, aku sempat-sempatnya mencari uang dengan narik Ojek, alhadmulillah dari pendapatan itu aku bisa membantu ayah untuk memenuhi kebutuhan kami dan membayar uang sekolahku, begitupun ketika aku duduk di bangku aliah, aku tidak pernah menyusahkan orang tuaku dalam masalah sekolah, karena pada waktu itu aku mendapatkan beasiswa sampai aku lulus dari sekolahku, aku senang bisa membuat bunda dan ayah senang.

 

kelas 2 beranjak naik kelas 3, aku mulai menyukai seseorang lagi, dia shalihah, berilmu, cantik, cerdas dan nampaknya dia calon mujahadah, aku pernah bermimpi untuk bersamanya mengarungi bahtera hidup, karena aku adalah bukan golongan ulama, maka harapannya kelak anak-anakku akan aku jadikan mereka sebagai ulama, aku bukan hafidz, maka harapannya aku akan menjadikan anak-anakku seorang penghafal Qur’an, dan saya yakin mereka hanya akan  terlahir dari rahim seorang ibu yang shalihah, namun seiring berjalannya waktu, aku harus ikhlas melepaskannya bersama orang lain, karena putusan Allah adalah demikian. aku harus senang melihatnya senang, dan aku terus berdo’a, agar dia menjadi istri yang shalihah yang melihirkan anak-anak yang shalih dan shalihah. amin.

 

keyakinanku untuk menjadi orang yang berhasil terus tumbuh, harapanku untuk menjadi orang yang hebat juga terus tumbuh, hingga kini aku meneruskan ke jenjang perkuliahan. aku masih semangat mencari ilmu Allah, karena kau ingin menjadi pemimpin yang baik dan aku menjadi seorang ulama, jika tidak bisa menjadi seorang ulama, maka saya harus menjadi mujahid muda, setelah itu tidak ada lagi.

 

sekarang tidak ada lagi akhwat yang aku senangi, berarti fokusku untuk mencintai Allah dan RosulNya lebih luas dan tinggi. Aku berharap, inilah jalan yang diberikan Allah kepadaku, dan aku harus memanfaatkannya dengan baik.

 

hari ini aku menciptakan impian baru, yang harus aku telusuri dan aku jaga dengan baik. Aqidahku harus bersih dari Syirik, Dan aku harus betul-betul memahami dien ini.agar aku tidak menjadi bagian dari pengikut syaithaniyah.

 

Teman-teman, siapa saja yang membaca catatanku ini, hargailah waktumu, hargailah umurmu dengan banyak memperbaiki diri, dunia sudah semakin gelap, sudah sangat susah membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, hanya dengan iman dan ilmu, kita tahu jalan lurus itu kemana?

hidup adalah pilihan, jalan mana yang akan engkau pilih, tidak akan ada yang memaksa.

jadilah pribadi muslim yang baik. !!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: