Posted by: Yudi Yudistira | 23 March 2011

Belajar di Magistra Utama


Pengajian

Pengajian

Magistra Utama, adalah salah satu tempat belajarku pada waktu itu, karena lembaga ini aku nekat pergi mengembala ke Yogyakarta yang sama sekali tidak aku kenal seperti apa keadaanya dan bagaimana kehidupannya. Pertama kali aku harus meninggalkan rumah dan keluargaku.

Aku masih ingat, keiinginan kerasku ingin belajar disana membuat ayah kebingungan, sampai-sampai beliau berkata. “Ayah tahu keiinginanmu, tapi kamu juga harus tahu keadaan aya, dari mana ayah membiayai hidupmu disana?” Ucap laki-laki mulia yang semakin tua renta itu.

Aku cukup bingung antara menuruti keiinginan ayah atau keiinginan sendiri, lantas aku jawab dengan cukup tegas

“Biaya? aku tidak minta biaya sama ayah, aku hanya ingin belajar dan ayah cukup merestuiku saja, masalah biaya InsyaAllah akan selalu ada.”

Nampaknya ayah cukup heran kemudian beliau bertanya. “Lalu dari mana engkau hidup?”

aku tersenyum dan berkata .”Allah, InsyaAllah Allah akan mencukupi hidupku, ayah tidak perlu khawatir, selagi ada niat baik pasti selalu ada jalan.”

akhirnya ayah tersenyum dan menghembuskan nafas lega, “Alhamdulillah kalau begitu. InsyaAllah Ayah do’akan semoga kamu berhasil, tapi ingat pesan ayah dan ibu, jangan macam-macam disana ya nak.”

“Siap ayah.”

Akhirnya Hari keberangkatan itupun tiba, Alhamdulillah bibi mau menjual kalungnya untukku, harganya 850rb, kemudian dibulatkan ayah menjadi 1jt, menurut logika mungkin itu tidak cukup soalnya, aku masih harus membayar uang daftar ulang di magistra seharga 7rts sekian rb, dan sisanya aku pakai untuk kos dan makan.

Tapi bismillah, Akhirnya aku berangkat dengan Travel, pertama kali aku melihat ayah dan kawan-kawanku berlinang air mata sambil melambai-lambai tangan mereka ke arahku. mungkin ada satu harapan agar aku bisa bertemu lagi dengan mereka.

Cukup terkejut, karena aku tidak tahu alamat magistra itu dimana, sampai-sampai aku sempat kesasar ke arah solo, terus ditambah bapak supir agak sewot.

akhirnya aku menelepon instruktur magistra yang pernah mengkonfirmasiku tempo hari, beliaulah yang memberi tahu aku dimana alamatnya. Kalau tidak salah, pada waktu itu sekitar jam 1, aku tidak bisa membayangkan aku telah mengganggu orang tidur, tapi semoga itu adalah amal ibadah, beliau adalah bu shanti. Syukron ^_^.

Alhamdulillah sekitar jam 04.54 aku sampai di magistra,aku menggedor-gedor gerbang tapi tidak ada yang membuka, baru sekitar jam 05 lebih ada seorang bapak-bapak muncul dari arah belakangku,

“Mau ke magistra ya?”

“Iya pak ^_^ …”

tiba-tiba beliau membukakan gerbang dan menggedor pintu, hingga akhirnya ada yang membuka pintu magistra.

Alhamdulillah aku bisa shalat subuh, kemudian aku istirahat di mushalanya.

Yang membuka gerbang tadi adalah pak Man, beliaulah orang pertama yang aku lihat dan aku kenal di yogyakarta. beliau orang baik.

sekitar jam 7, akhirnya aku bisa bertemu dengan para pegawai magistra dan aku berkenalan dengan mereka.

seperti yang sudah aku katakan, aku harus membayar uang daftar ulang sekitar 7rts ribuan, aku lupa tepatnya berapa, tapi alhamdulillah aku dicarikan kos-kosan, ya sekalipun tidak ada satupun yang aku suka, alasannya tiada lain karena mahal dan temponya sekali langsung setahun. sedangkan uang hanya memegang 2rt rb, mana cukup.

aku sempat berdo’a agar ada yang mau membantuku mencarikan kos yang murah, bahkan sempat-sempatnya aku berpikir untuk mendapatkan kos-kosan gratis, tak apa meski aku harus bersih-bersih atau apalah, yang penting aku bisa tinggal disana.

tak lama kemudian ada orang seumurku duduk disampingku, dia pendiam, aku juga pendiam, tapi karena terlalu lama kami saling berdiam diri, akhirnya aku memberanikan diri untuk bertanya terlebih dahulu.

“Maaf, anak magistra juga ya?”

“iya”

aku bersalaman dengannya

“Namamu siapa?”

“Asep, kamu siapa?”

“Saya Yudi.”

kami saling senyum, tak lama kemudian

“Sudah dapat kos?” Tanya asep kepadaku

“Belum, kamu tahu tempat kos yang sebulan sekali bayarnya?”

“Mungkin aku bisa menunjukannya kepadamu.” jawab asep membuatku bahagia

akhirnya kami keluar dan mencari kos-kosan, cukup jauh dari magistra, harus berjalan kaki sekitar seperempat jam, tapi tak apa, yang penting aku bisa bertahan hidup disini.

“Assalamu’alaikum, pak ini ada anak yang mau cari kos.”

“Oh suruh dia masuk!.”

“Silahkan yud, nanti kamu ceritakan pada bapak kos ya.”

“terima kasih ya”

akhirnya aku duduk sambil menunggu bapak kos, orang yang pertama datang ternyata ibu-ibu, mungkin beliau adalah istrinya, aku disuguhkan minuman, alhamdulillah. ^_^

akhirnya tak lama kemudian datanglah bapak kos, kemudian aku ceritakan keadaanku kepadanya.

Alhamdulillah tidak sulit, beliau ternyata mengerti keadaanku, dan mau memberi tempo hingga 3 bulan kedepan untuk melunasi hutang-hutangku kepadanya, ya sekalipun aku agak bingung, mau cari uang dimana?

aku menunggu seorang diri di kamar kos, gelap, tidak ada ranjang, untuk aku bawa sejadah, jadi aku bisa istirahat dengan sejadahku, masyaAllah, ini sebuah perjuangan.

aku mendengar langkah kaki, dia adalah penghuni kos disana juga, orang papua, alhamdulillah aku mengakrabinya dengan makanan yang dibawakan bibi kepadaku. ya sekalipun aku tahu dia tidak seagama dengaku, aku melihat dia mengenakan kalung salib. tapi tak apa, aku senang.

teman keduaku adalah orang purworejo, rambutnya panjang, berkumis, perokok tapi dia baik dan ramah, Rozakun, yang akhirnya sekamar denganku. aku bercerita tentang keadaanku dan diapun bercerita tentang keadaannya, kami akhirnya menjadi teman akrab sampai saat ini, alhamdulillah.

kemudian, keesokannya, aku mengenal lagi seseorang yang perokok juga, berkalung, agak lebay sih, tapi lagi-lagi dia orang baik, sering mengajakku minum kopi bareng, namanya empek, meski sebenarnya namanya adalah abdul syafi’i. heran, nama yang bagus jadi empek, tapi aku merindukannya….

siangnya, ada seorang laki-laki gagah, dia lebih baik dari yang aku kenal sebelumnya, namun agak cuek, tapi aku dekati dia, dan ternyata dia seorang pemalu seperti ku. teman baikku juga, namanya Ganda, Nuzulul ganda binawan. dia orang baik, setiap aku lapar, mesti dia tahu, dan selalu mengajak aku makan, rozak juga begitu.. dia sangat menghargai temannya, sekalipun dia perokok, tapi tidak pernah didepan hidungku, selalu di luar, dan selalu marah kalau ada yang merokok di kamar. MasyaAllah lagi nostalgia… ^_^

kami berteman baik, hingga akhirnya aku menemukan teman-teman lain, seperti yeyen, lina, riska, indi, desi, dan masih banyak lagi yang tidak bisa aku sebutkan satu persatu, mereka telah membantu dalam perjuanganku.

kami saling mengerti, apalagi ketika aku dinobatkan sebagai ketua UKKI, masyaAllah, senang sekali. karena dari sana aku belajar lemah lembut, murah senyum sekalipun agak susah ^_^.

mereka membantu semuanya, menjaga koperasi, melaksanakan kegiatan dan masih banyak lagi.

kemudian, pembelajaran di magistra cukup membuatku terkejut, mereka mengajarkan aku sebuah makna kekeluargaan, semangat dan harapan. aku mengenal pak jery, bu asri, bu anita, bu yatmi, pak hakim, pak Eko, mas afif dan sebagainya. mereka yang membantuku dalam menguatkan usahaku ini.

sekalipun aku sadar, hakikatnya Allahlah yang membuat semua ini, dan semestinya aku patut bersyukur dan berterimakasih.

aku belajar dari komputer dari mas hasan dan mas afif, sekalipun tidak sempurna aku mendapatkannya, mungkin karena kelalalianku dalam memahami ilmu, tapi sempurna ketika aku bertemu dengan pak Umar dan Pak Slam.

setiap hari aku belajar komputer minimal 10 jam dalam sehari, sampai-sampai aku harus ngingep di lab komputer bersama pak umar. senang sekali…

aku masih ingat, ketika dulu duduk di bangku SMA, jangankan mengoperasikan komputer, menyalakannya saja terkadang masih salah, namun sekarang alhamdulillah aku bisa merasakan manisnya sebuah perjuangan.

sekarang semua teman-teman sudah menjauh, kira-kira sudah 2 tahun aku dan mereka tidak pernah berkumpul lagi, aku merindukan canda dan gelak tawa mereka, masyaAllah, andai waktu bisa terulang…

dalam masalah penampilanpun aku menemukan hal yang baru, aku diajari oleh laki-laki apikan, bersih, kalau bertemu harus selalu harum dan tidak boleh bau rokok, Pak Eko Martanto. Beliau yang mengajari aku mengenakan dasi, memecingkan pakaian dan banyak hal, alhamdulillah, yang tadinya aku ganteng menjadi sangat ganteng… he…he..

ngomong-ngomong masalah kebutuhan sehari-hari, aku ditawarkan pak jary untuk membersihkan ruangan dan menyiapkan LCD setiap pagi dan sore, dengan imbalan 100rb perbulan, tentu aku merasa senang, aku tidak malu dengan semua itu. bahkan dulu aku kerjakan semua itu ketika ada teman-temanku.

yang membuat aku kaget, ternyata bukan 100rb melainkan 200rb, sehingga lagi-lagi aku tidak akan menyusahkan kedua orang tuaku lagi… ^_^

semangat mencari ilmu adalah sesuatu yang mulai hilang dari jiwa anak muda sekarang… mereka terlalu sibuk dengan permainan dunia, sibuk mencari merek hp, laptop, dan sebagainya tapi lupa akan tanggun jawabnya untuk mencari ilmu yang wajib pada mereka.

sekarang aku bukan lagi peserta program magistra lagi, tapi aku mengetahui keadaan mereka yang tidak mau berusaha keras meraih yang terbaik.

teman-teman semua, ada banyak hal baik di dunia ini, namun kebanyakan dari kita adalah tidak mengetahuinya, sehingga ia berleha-leha dan tidak mau berusaha mencari dan mendapatkan yang terbaik.

salam rindu buat kalian teman-temanku yang haus akan perjuangan dan haus akan ilmu pengetahuan.

semoga bermanfaat ^_^

amin


Responses

  1. mas… nanya

    belajar di magistra itu berapa tahun

    tolong jawab

    makasih

    • setahun, 7 bulan teori dan praktik, 3 bulan magang, dan 2 bulan berikutnya mencari pekerjaan.

  2. Slama di magistra bagaimana cra anda untuk bertahan hidup dengan modal 1jt ?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: