Posted by: Yudi Yudistira | 7 January 2011

Persangkaan


Assalamu’alaikum,

Teman-teman yang dimuliakan Allah

Segala puji marilah kita panjatkan kehadirat Allah Swt, karena atas limpahan hidayahnya kita semua menjadi bagian dari orang yang tidak banyak mengikuti persangkaan buruk. Shalawat dan salam semoga tetap bertambah dan tercurah limpakan kepada panutan alam, baginda Nabi besar Muhammad Saw.

Izinkanlah hari ini saya membahas tentag fenomena yang sering terjadi abad modern ini, yakni persangkaan.

dalam hal ini Allah telah berfirman dalam surat Al-An’am : 116

wa-in tuthi’ aktsara man fii al-ardhi yudhilluuka ‘an sabiili allaahi in yattabi’uuna illaa alzhzhanna wa-in hum illaa yakhrushuuna

[6:116] Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah) . (SURAT AL AN’AAM (Binatang ternak) ayat 116)
Firman Allah surat Yunus : 36

wamaa yattabi’u aktsaruhum illaa zhannan inna alzhzhanna laa yughnii mina alhaqqi syay-an inna allaaha ‘aliimun bimaa yaf’aluuna

[10:36] Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran {690}. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (YUNUS ayat 36)
Firman Allah dalam surat An-Najm :28

wamaa lahum bihi min ‘ilmin in yattabi’uuna illaa alzhzhanna wa-inna alzhzhanna laa yughnii mina alhaqqi syay-aan

[53:28] Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuanpun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran. (AN NAJM (BINTANG) ayat 28)
Dari ketiga Surat tersebut, kita dapat mengatakan kebanyakan dari kita adalah sering mengikuti persangkaan. Mengatakan si ini jahat kah, si ini bodoh kah, si ini apalah? banyak persangkaan yang mungkin kita lakukan, padahal kata Allah persangkaan itu tidak sedikitpun menimbulkan faedah. Sekalipun kita melihat ada seseorang yang salah, tidak serta merta kita mengatakan dia bersalah, sebelum kita tahun fakta sebenarnya, boleh jadi dia tidak tahu. Maka tugas kita adalah memberi tahu kepada orang tersebut.
Jika kita sudah memberi tahu, kemudian dia masih berbuat buruk, berarti dia memang sedang berbuat buruk. Tapi pada intinya, kebenaran itu hanya milik Allah.
Maka jalan terbaik adalah mengembalikan segala urusan kepada hukum Allah, dengan melihat teladan Rosulullah.
Jika setiap muslim berprasangka baik keapda muslim yang lain, maka tidak akan ada permusuhan, kedengkian, kesombongan atau penyakit hati lainnya. InsyaAllah…
afwan jika salah
Kritik dan saran sangat saya nantikan disini
di

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: