Posted by: Yudi Yudistira | 4 January 2011

Kisah Cintaku


Cinta karena Allah

Cinta karena Allah

Sebagai seorang manusia, tentu aku dikaruniakan perasaan yang sama dengan manusia pada umumnya, yakni cinta. Sulit memang mengartikan apa itu cinta? Kadang menyenangkan, kadang juga meresahkan, dan itu sering barganti-ganti. Namun saya meyakiki bahwa cinta itu bagian dari anugrah yang Allah berikan, dengan tujuan agar manusia berkasih sayang dengan sesama, khususnya dengan orang-orang yang beriman.

Kalau teman-teman bertanya, kapan saya pertama kali jatuh cinta? Maka jawabannya ketika saya berumur 14 tahun, yaitu kelas 2 SMP. Saya mulai mengagumi seorang akhwat yang cantik. Itu memang wajar, pertama kali yang dilihat adalah bagian luar atau bagian fisik dari seseorang. Dan Alhamdulillah saya tidak menyukai seorang akhwat yang salah, yakni saya menyukai seorang akhwat yang shalihah, ia cantik karena saya menilai kecantikan wanita itu dari jilbabnya, ia terhormat karena ia tidak pernah berkhalwat, ia cerdas karena ia kritis terhadap agama, ia manis karena ia murah senyum, ia juga anak pondok. Namun karena ibu sejak kecil mengajarkan saya untuk menjauhi pacaran, akhirnya saya tidak mengatakannya sampai saat ini. Dan itu membuat saya bersyukur kepada Allah, karena saya meyakini, jika kita merasa susah ketika hendak berbuat jahat, maka Allah berarti saya kepada kita.

asma Allah

asma Allah

Dulu ketika kecil atau ketika akhir baligh, saya tidak tahu kenapa ibu malarang saya terlalu dekat dengan seorang akhwat, namun Alhamdulillah sekarang saya sudah tahu jawabannya. Tiada lain karena Allah maha cemburu kepada hambaNya yang menduakanNya, kecuali kepada orang yang Dia halalkan untuk dicintai, seperti Rosulullah Saw, orang mu’min, Orang tua, sanak famili atau suami/istri, mereka itulah yang dihalalkan untuk dicintai, selain itu tidak boleh. Kalaulah seorang perempuan saja tidak mau dimadu, alasannya karena sakit hati, maka Allah pun akan sangat murka jika Dia diduakan dalam masalah mahabbah.

Kembali ke cerita, dulu ketika hati saya merasa jatuh cinta, memang hidup semakin indah, saya bersemangat bersekolah, belajar, bahkan sikap yang tadinya liar, menjadi lunak. Itulah keajaibannya.

MasyaAllah…

Saya merasa senang, hingga saya menemukan ilmunya tentang hal itu. Saya menyadari itu adalah bagian dari efek kesucian cinta. Namun sayang, banyak yang mengotori perasaan itu, dengan pacaran, free sex lah atau apalah namanya, dengan dalih cinta, sayang…

Itu adalah lelucon, jika ada orang yang mengatakan cinta itu harus dibuktikan, jika memang harus dibuktikan, maka ada cara yang halal, yaitu ajak dia menikah, jika ia mau berarti dia memang cinta, namun jika tidak, berarti dia hanya pecundang, kecuali orang yang hati dan perbuatannya terjaga dari hal-hal yang haram.

Kemudian, karena saya tidak bertemu dengan akhwat itu sampai saya kelas 3 SMA, barulah saya menemukan kembali perasaan itu. Saya menyukai kembali seorang akhwat, insyaAllah dia lebih baik dari yang pertama. Namun kali saya takut, resah, dan was-was kalau-kalau hati ini menjadi kotor karenanya, apalagi diumur segitu, seharusnya sudah dewasa..

Namun saya berusaha untuk menjaga diri dari hal-hal yang haram, saya potong perasaan itu hingga batas waktu yang ditentukan, saya lulus kuliah kemudian menikah, jika tidak dengannya, maka saya yakin Allah maha tahu yang terbaik untuk saya dan dirinya.

Kami selalu berharap dan optimis, apapun pilihan Allah, itulah yang terbaik. Sekarang, target saya adalah lulus cepat, menjadi pengusaha dan menikah.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: