Posted by: Yudi Yudistira | 28 December 2010

Sahabat


Bersahabatlah dengan orang yang baik

Bersahabatlah dengan orang yang baik

Assalamu’alaikum..
Sahabatku yang Allah rahmati, semoga tetap kuat keimanan kita, laksana karang yang kokoh meski diterpa dan diterjang lautan.
Menjadi kebahagiaan bagi kita, seandainya kita dianugrahi seorang sahabat yang mengerti keadaaan kita, ia mengeluhkan keluhan kita, ia bahagia membahagiakan kita, ia tak tega melihat sahabatnya menderita.
MasyaAllah…
Sungguh itu adalah anugrah, betapa tidak, jika ia, maka selama perjalanan kita menuju akhirat akan selalu ditemani oleh seseorang yang mengerti kebaikan untuk kita. Sehingga sudah pasti ia tidak akan membiarkan sahabatnya terjerumas dalam lembah yang Allah murkai.
Sebagaimana Rosulullah mencontohkan, ketika beliau melihat sahabatnya sendiri jauh dari Islam, maka ia segera menuntun kembali kepada Islam. Itulah sahabat pada hakikatnya.
Memberikan yang terbaik menurut pandangan Allah adalah pandangan terbaik, bukan malah mempertimbangkan apakah temannya senang atau tidak, karena kesenangan pada prinsipnya tidak selamanya benar. Boleh jadi apa yang kita senangi tidak benar di mata Allah, dan apa yang tidak kita senangi boleh jadi menjadi yang terbaik di mata Allah.
Maka kata Rosulullah, Bertemanlah dengan orang yang faham dengan agama Islam, karena ketika kita berteman dengan orang yang semacam itu, maka lambat laun kita akan terbawa dalam pemahaman Dien ini.

 

Analogi sederhana adalah ketika kita berdekatan dengan penjual minyak wangi maka kita akan terbawa wangi pula, sedangkan jika kita berdekatan dengan tukang bengkel, maka kita akan kena olinya juga.

Seperti itulah Islam menganjurkan, agar kita mau bersahabat dengan orang yang baik, agar kebaikan mereka terkena imbasnya pula pada diri kita, semoga bermanfaat, amin.


Responses

  1. “Memberikan yang terbaik menurut pandangan Allah adalah pandangan terbaik, bukan malah mempertimbangkan apakah temannya senang atau tidak, karena kesenangan pada prinsipnya tidak selamanya benar. Boleh jadi apa yang kita senangi tidak benar di mata Allah, dan apa yang tidak kita senangi boleh jadi menjadi yang terbaik di mata Allah.”

    ya sangat setuju… jadi kita bersahabat tidak sebatas memberikan kesenangan.. tapi saling mengarahkan ke kebenaran… Dhsyat….

  2. Subhanallah…. Betul, Alhaqqu min Rabbikum (Kebenaran itu mutlah milik Allah)… Syukron, atas nasihatnya… ^_^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: