Posted by: Yudi Yudistira | 8 December 2010


Impian

Impian

Sejak kecil aku hidup ditengah keluarga yang sederhana namun aku merasa sangat kaya. karena Tuhan menganugrahkan aku seorang ibu yang faqih, cerdas, lembut lagi cantik hatinya dan menganugrahkan aku seorang ayah yang bertanggungjawab, mencintai ibuku, anak-anaknya dan menjadi penasehat atas perbuatan kami. Bukan hanya itu, Tuhan yaitu ALLAH SWT menganugrahkan pula adik-adik dan kakak perempuan yang shalihah, sehingga aku selalu punya teman dikala aku merasa sangat bimbang.
merekalah yang membuat aku kuat menjalani hidup, merekalah yang menciptakan pemikiran baru dan tidak punya pemikiran yang tidak hak aku pikirkan, merekalah yang membuat aku mengenal Allah dan RosulNya, sehingga sejak kecil aku sudah mempunyai impian besar agar aku bisa menjadi apa yang mereka impikan dan membuat mereka bangga atas kelahiranku di dunia, apalagi aku adalah anak laki-laki satu-satunya.
setiap masa, selalu aku gunakan dan aku usahakan agar aku hanya melakukan apa yang hak aku lakukan, memikirkan apa yang hak aku pikirkan, mencintai apa yang hak aku cintai, membenci apa yang hak aku benci dan memberi apa yang hak aku beri.
ibuku yang berperan penting atas pembentukan mentalku,mengajarkan banyak hal padaku, makna kehidupan, indahnya kebahagiaan atas kesedihan, nikmatnya sabar dikala kesusahan, indahnya perjuangan yang sejajar dengan impian dan pengorbanan, indahnya kebersamaan dan indahnya tolong menolong.
Beliau selalu berkata ” Nak, kamu adalah seorang pemimpin yang memikul beban berat dipundakmu yang harus kamu penuhi haknya atas orang-orang yang kamu pimpin. agar Allah senang atas kamu dan merasa bangga memiliki hamba sepertimu. namun kamu tidak akan bisa melakukan itu jika kamu tidak mengetahui ilmunya.ilmu tentang apa? ilmu tentang kesederhanaan, ilmu tentang kesabaran, ilmu tentang ketauhidan, ilmu tentang pertanggungjawaban atas amanat yang dianugrahkan Tuhan atas hambaNya yang dipercaya olehNya. maka pesan ibu,jadikan Qur’an dan Sunnah sebagai jembatan menuju Allah dan Rosulnya. jika kamu sudah bisa mencapai itu dalam artian sudah mencapai kesempurnaan iman maka tidak akan susah kamu memaknai kehidupan ini dan kamu akan selalu bahagia dimanapun berada dan seperti apapun kamu adanya. dalam keadaan sedih, kamu akan tetap bahagia karena kamu tahu bahwa Allah mencintai orang yang sabar, ketika kamu senangpun kamu tidak lupa diri,karena kamu tahu bahwa Allah mencintai orang yang pandai bersyukur dan tidak sombong. ”
sejak saat itulah aku menjadi diriku sendiri yang memimpikan perubahan besar terhadap saudara-saudaraku baik yang mukmin maupun yang tidak.
kerena Allah mencintai perdamaian dan tidak menginginkan kerusakan.
aku adalah seorang yang bodoh, karena kebodohan itulah aku mau belajar. aku adalah orang yang sombong, karena kesombongan itulah aku mau merendahkan hatiku. aku adalah orang yang penuh dosa, karena itulah aku mau bertauabat dan mau melakukan sesuatu yang baik untuk menambal dosaku.
aku adalah orang yang hina, karena itulah aku mau mau menjadi orang yang mulia.
aku ingin seperti para sahabat yang mencintai kebenaran dan mencintai Allah serta RosulNya dengan sebenar-benarnya cinta.
” AKU AKAN MENJADI APA YANG SAYA IMPIKAN, MENJADI PEMIMPIN BUKAN MENJADI PENGUASA “


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: