Posted by: Yudi Yudistira | 7 December 2010

Wanita Cacat


Wanita Shalihah

Wanita Shalihah

wahai saudaraku, ternyata menjadi bagian dari kesempurnaan adalah sesuatu yang diimpikan oleh orang banyak. mereka tentu akan memilih sesuatu atau seseorang yang dianggap sempurna di mata mereka. namun perlu kita perhatikan, bahwa tidak ada sesuatu yang luput dari sebuah kekurangan. setiap perkara, sesuatu atau seseorang mesti ada saja cacatnya. jika cacatnya adalah bentuk fisik yang pasti dapat kita lihat, tentu mudah kita hindari, tapi bagaimana jika kita menemukan cacat dalam bentuk yang tak terlihat, misalnya cacat mental, cacat akhlak, cacat iman, cacat berpakaian, cacat berteman, itu yang sulit kita hindari. disadari atau tidak banyak orang yang melakoninya, dan mereka begitu bangga dengan kecacatan itu. padahal lebih baik kita cacat fisik dari pada cacat mental atau cacat akhlak. mengenaskan ketika saya dengar dan saya baca dari surat kabar, menyebutkan bahwa 62.7% pelajar SMP tidak perawan, innalillahi wa inna ilaihi roji’un. itu baru pelajar SMP, bagaimana pelajar SMA? atau bahkan anak kuliah. mereka begitu bangga dengan perbuatan kotor itu, padahal zina itu adalah salah satu dari 7 dosa besar setelah syirik. saking besarnya murka Allah terhadap perbuatan kotor ini, memerintahkan agar mereka yang berbuat demikian di Razam sampai mati bagi yang sudah menikah dan didera 100 kali serta diasingkan bila mereka belum menikah. kita semua tidak sadar kalau kitapun sering melakukan itu, apa yang kita lihat, apa yang kita dengar dan yang kita lakukan mesti harus dipikirkan, karena zina bukan hanya menyangkut kelamin saja, tapi zina juga menyangkut mata, telinga atau anggota tubuh lainnya. dan kaum wanita naasnya adalah kenapa mereka tidak sadar, bahwa mereka sedang dieksploitasi, dinikmati aurat mereka oleh para laki-laki buaya. na’udzubillah. padahal berbahagialah kaum hawa, anda itu sudah diangkat martabat dan derajat oleh Islam. bahkan 3 kali lipat dari laki-laki. padahal zaman dulu ketika Rosulullah belum dilahirkan, para wanita itu tidak lain seperti kambing yang diperlakukan oleh orang-orang jahiliyah. wanita tidak punya harga diri, wanita hanya dijadikan pemuas nafsu, pelayan laki-laki yang harus menuruti apa kata mereka. bahkan seorang bapak akan merasa maulu jika memiliki anak perempuan, sehingga mereka tega mengubur bayi perempuan hidup-hidup, masyaAllah. tapi ketika Rosulullah datang, Allah merubahnya melalui Islam, sehingga diserukan akan penghormatan kepada kaum wanita, mereka punya hak yang sama dengan laki-laki, mereka punya derajat yang sama dengan laki-laki, shalatnya kaum hawa sama dengan shalatnya kaum adam. jihadnya kaum hawa sama dengan jihadnya kaum adam, kaum hawa berhak mendapatkan syurga sebagai mana kaum adam, bahka diceritakan dalam sebuah riwayat ” Ketika ada yang bertanya kepada Rosulullah. Ya Rosulullah siapa yang harus saya hormati dari orang tuaku? lalu Rosulullah Menjawab “Ummuka” ibumu, lalu siapa lagi ya Rosulullah, “Ummuka” ibumu, lalu siapa lagi ya Rosulullah?, “ummuka”, lalu siapa lagi ya Rosulullah “Abuka” Ayahmu. bayangkan, tiga kali rosulullah menyebut ibu, satu kali Rosulullah menyebut ayah. berarti sungguh besar penghormatan islam kepada kaum wanita. saking besarnya Allah menyerukan agar mereka menutup aurat, karena dengan menutup aurat sesuai Islam (tidak setengah-setengah) mereka mudah dikenal oleh penduduk langit (para Malaikat) dan penduduk bumi (orang beriman dan orang-orang shalih) sehingga mereka senantiasa dilindungi dan di do’akan, atas keselamatan mereka, sehingga merekapun tidak diganggu oleh orang-orang yang jahil terhadapnya. apakah kaum hawa ingin mengulangnya kembali. tapi sungguh fakta membuktikan bahwa masa jahiliyah sudah terjadi. bedanya kalau dulu kaum hawa mencoba memberontak, tidak ingin dilecehkan, tapi sekarang berbeda, malah kaum wanita malah menyodorkan. buktinya, dipegang laki-laki yang bukan muhrimnya, mereka mau. dipandang pahanya, mereka sudi, diperhatikan bokongnya mereka rela, apa namanya kalau bukan menyodorkan. kalau anda bertanya siapa yang salah? ya kedua-duanya salah, laki-laki salah karena tidak mengindahkan seruan Allah untuk menundukan pandangan (Godhul bashar) perempuanpun salah yang tidak melaksanakan seruan Allah untuk menutup aurat. saya mengatakan ini bukan berdasarkan pendapat semata, tapi berdasarkan dalil yang diturunkan 14 abad lalu, yang kemuliaannya sudah terbukti bagi orang-orang yang meyakininya. yaitu dalam surat Al-Ahzab 24:31

“ Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya {1233} ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (AL AHZAB (GOLONGAN YANG BERSEKUTU) ayat 59)”
Begitu juga firman Allah surat An-Nur 24:31

dan surat An-Nur :31

“ Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (AN NUUR (Cahaya) ayat 31)”
dan bagi laki-laki ada peringatannya dalam surat An-nur :30

“ Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (AN NUUR (Cahaya) ayat 30)”
yah tapi kembali kepada diri masing-masing. wong yang diserukan untuk orang-orang beriman kok. kalau tidak merasa beriman yah gak usah pusing, berlaku saja semau kamu, tapi camkanlah Hadits berikut:

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)
namun balasannya setimpal. tidak mencium bau syurga. kalau menciumnya saja tidak bisa, bagaimana memasukinya?
lalu bagi yang tidak beriman, merekapun dapat balasan sebagaimana diterangkan dalam surat An Nisa 4:56


“ Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS.An-Nisa 4: 56)
hidup ini adalah pilihan, namun Allah hanya memberi pilihan kita dua. Orang baik yang selalu berbuat baik dan orang buruk yang selalu melakukan hal-hal yang buruk.
jika cacat fisik saja anda tidak suka, maka anda harus lebih tidak suka dengan cacat hati.
kesimpulannya adalah. mereka yang memilih wanita yang cacat hati, berarti merekapun sama cacatnya sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nur :26


“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga) {1035}. (AN NUUR (Cahaya) ayat 26)”
semata-mata artikel ini saya posting karena harus ada cinta mencintai antara sesama yang mengingatkan kebaikan dan melarang kemungkaran.
maaf jika punya salah..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: