Posted by: Yudi Yudistira | 7 December 2010

Cinta yang tak halal


Cinta yang tak halal

Cinta yang tak halal

Saudaraku semua, perhatikanlah ayat ini:

Qs. Al-Baqarah 2:165

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu  mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). (AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 165)

MasyaAllah…

sudahkah kita mencintai Allah melebihi apapun?

sudahkah kita rela meninggalkan orang yang kita cintai demi memenuhi panggilan Allah?

 

ketahuilah, bahwa cinta yang tak diridhai Allah, kelak mereka akan menjadi musuh kita dihadapan Allah.. boleh jadi cinta itu akan menjerumuskan kita ke dalam api neraka. Na’udzubillah

 

lantas apa yang mesti kita lakukan ?

Alhamdulillah, Allah maha tahu tentang perasaan kita. Dialah yang menciptakan kita, jelas Dia pula yang maha tahu tentang kita. Oleh karena itu Allah memberikan solusi, diantaranya :

* Menikah

Jalan ini, adalah jalan yang amat diridhai Allah. Allah telah halalkan engkau mencintai seseorang dengan jalan pernikahan. karena pernikahan lebih suci dan mensucikan. maka bagi siapa yang tidak sanggup menikah, jangan sekali-kali mendekati zina seperti pacaran, berduaan, bermulut dua, bergombal, merayu dengan alasan apapun, dan banyak lagi kemaksiatan lainnya. jika seseorang mengatakan bahwa cara terlarang ini adalah sebagai bentuk ta’aruf, maka itu adalah kebohongan besar, bagaimana mungkin dia berta’aruf dengan cara yang tidak dihalakan Allah. selayaknya dikatakan percuma, orang yang mencuci dengan niat yang baik, namun dia membasuh cuciannya dengan air kencing, tentu hasilnya bukan bersih tapi malah kotor. begitulah perumpamaan cara semacam itu.

jika kita khawatir bahwa jodoh kita tidak baik, maka bukan dengan cara ta’aruf semacam ini, namun dengan cara memperbaiki hati dan akhlak kita. karena Allah telah mengatur, laki-laki baik untuk perempuan yang baik, begitu pun sebaliknya, perempuan yang jahat adalah untuk laki-laki yang jahat.

Perahatikanlah ayat berikut dalam surat An-Nur 24: 3

“Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mu’min”

Qs An-Nur 24:26

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)”

 

MasyaAllah..

tentulah tidak ada kekhawatiran bagi orang beriman, dia senantiasa menyerahkan sepenuhnya kepada Allah seraya berdo’a

” Ya Rabb.. Engkaulah yang maha tahu keadaan hati ini

Engkau pula yang maha mengatur dan maha pembolak-balik hati..

maka jauhkan kami dari hal-hal yang Engkau murkai..

 

Ya Rabb.. sungguh jika aku berhak memohon kepadaMu

maka Rizkikan Hamba Seorang istri shalihah

yang lembut hatinya, yang cantik perangainya

yang mulia akhlaknya, yang kuat penjagaan dirinya

dan yang engkau jagakan baginya hati dan tauhid yang benar”

amin.

 

Jadi hubungan tak halal tidak perlu kita tempuh.. sungguh di yaumil akhir, mata kita yang kita lihatkan pada hal yang Allah haramkan, akan bersaksi di hadapanNya, seraya berkata

“Ya Rabb.. aku adalah mata si fulan bin fulan, yang dulu Engkau titipkan padanya untuk digunakan melihat ayat-ayatMu.

Namun sungguh aku tidak ridha terhadap perbuatannya padaku.. dia menelantarkan peringatanMu.

aku digunakan untuk melihat kemaksiatan, digunakan untuk melihat hal-hal yang Engkau haramkan..

sungguh aku tidak ridha ya Rabb…

aku mencari keadilan dariMu yang maha adil..”

 

 

begitupun dengan anggota badan kita semuanya akan bersaksi di hadapan Allah..

kami berlindung dari hal yang macam itu ya Rabb..

 

*Puasa

Puasa pun menjadi alternatif menjaga hawa nafsu dan perbuatan maksiat lainnya…

karena hawa nafsu sangat tidak tahan dengan hawa lapar dan haus.. namun ini berlaku bagi yang berpuasa dengan benar dengan cara dan niat yang ikhlas.

 

*Menyibukkan diri dengan hal bermanfaat

Mencari ilmu, mengajar, bekerja atau hal lainnya yang tidak mengundang syahwat.. itupun bisa jadi alternatif baik untuk menyeka hawa nafsu kita. karena dari pekerjaan itulah, membuat pikiran kita penuh dengan apa yang akan kita kerjakan, dan tidak kesempatan untuk memikirkan hal-hal lain.

 

namun jika cinta itu sudah hadir…

jangan disesali, karena itu adalah anugrah… hargai cinta itu dengan banyak bersyukur dan bertaubat kepada Allah… karena orang yang dilanda cinta, mudah sekali tergoda rayuan syaitan. maka mendekatlah dengan yang maha mencinta.. hingga cinta itu benar-benar suci, tidak ternoda…

jika sudah melakukan hal diatas.. berdo’alah agar Allah menjaga hati kita, sehingga cinta yang tumbuh tidak menimpa indahnya cinta kepada Allah dan RosulNya..

karena cinta kepada Allah letak kenikmatannya adalah ketika mampu menjaga pandagannya dari hal yang diharamkan, nikmatnya cinta karena Allah terletak dari kesyukuran yang menambahkan benih cinta kepada Allah dan RosulNya.dan letak kenikmatannya adalah ketika kita mampu menyerahkan semuanya kepada Allah.

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: